Kamis, 13 Januari 2011

Menangis Membuat Santai

Sebuah studi berhasil mengungkap mengapa sebagian orang tidak menyukai perilaku menangis. Padahal banyak efek positif yang dapat dirasakan setelah menangis.
Dilansir melalui Live Science, Rabu (24/12/20080), psikologis dari Universitas South Florida dan Universitas Tilburg Belanda, berhasil menganalisa beberapa sukarelawan yang memiliki sekira 3000 peristiwa yang patut ditangisi. Hasilnya, ternyata aksi menangis yang dilakukan sebagian orang tergantung dengan apa, dimana dan kapan peristiwa tersebut terjadi.
Sebagai contoh, efek samping dari sebuah tangisan sangat bergantung pada siapa yang menangis. Kebanyakan para responden tersebut mengaku merasakan perbedaan suasana hati setelah menangis, apalagi ketika mendapatkan dukungan dari orang sekitar. Sayangnya, sepertiga dari jumlah responden tidak mengalami hal yang sama. Sedangkan sepersepuluh dari responden tersebut merasakan suasana hati yang lebih buruk sehabis menangis.
Orang yang dilanda kegelisahan dan ketidakseimbangan suasana hati ternyata tidak terlalu merasakan sisi positif yang ditimbulkan ketika menangis. Sedangkan para responden yang tidak memiliki kedalaman emosi atau sisi humanisme dalam tubuhnya, yang biasa dikenal dengan alexithymia, tidak akan pernah merasakan suasana positif usai menangis.
Padahal, aksi menangis tergolong memiliki efek positif terhadap seseorang. Ketika seseorang menahan tangisnya agar tidak keluar, maka secara tidak langsung suasana hati menjadi stres dan mengakibatkan tingkat detak jantung meningkat serta keringat akan keluar di sekujur tubuh. Namun ketika menangis, mau tidak mau aksi ini akan membuat napas menjadi kendur dan secara tidak langsung tubuh akan menjadi santai.

Sumber : http://masenchipz.com/menangis-membuat-santai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar