Kamis, 08 November 2012

BAYANGAN..

“Tidak mudah menjadi bayang-bayang orang lain. Lebih baik, tunggu sampai hatinya sembuh dan memutuskan dalam keadaan jernih. Tanpa bayang-bayang siapapun..” –Perahu Kertas-
Setelah membaca buku perahu kertas, aku langsung jatuh cinta sama ceritanya karya Dee tersebut. Apalagi setelah di film kan aku semakin gila ingin menonton film tersebut. Namun karena keterbatasan waktu dan ongkos (maklum anak kost), saya lebih memilih menunggu film itu dapat di download, haha.
Yang membuat saya begitu menyukai buku itu adalah ceritanya. Dalam kehidupan nyata sering aku temukan cerita yang hampir mirip dengan karya Dee tersebut. Seperti kutipan kalimat yang aku ambil dari buku tersebut. Menjadi bayangan orang lain. Banyak saya melihat kisah cinta teman-teman saya.
Karena tak mampu melupakan seseorang yang sangat berarti dilakukan berbagai cara agar bisa melupakan sosok yang disayanginya, misalnya yang sering terjadi sosok itu biasa dipanggil ‘mantan’. Namun yang membuat menyakitkan adalah ketika cara yang dilakukannya adalah dengan menyakiti orang lain yang sepenuhnya mencintainya. Berharap bisa melupakan sosok yang sangat dikaguminya, mencoba mencintai orang lain namun yang terjadi malah rasa sayang itu semakin besar. Dan orang yang dijadikan ‘alat’ agar dapat melupakan sang ‘mantan’ tersebut menyayangi sepenuh hati. Menyakitkan bukan ? Menyayangi sepenuh hati namun ternyata orang yang disayang masi sangat terobsesi dengan ‘mantan’. Mungkin itu merupakan salah satu usaha, namun apa tidak ada lagi cara lain selain menyakiti hati orang lain ?
            Dalam cerita perahu kertas, apakah Keenan tau betapa sakitnya hati Luhde, ketika Luhde tak kunjung mendapati hati keenan dari kugy padahal dia yang mengembalikan semangat melukis Keenan sehingga hatinya pun jatuh pada sosok seniman tersebut. Walaupun Luhde berusaha tidak menjadi baying-bayang kugy dalam  hati Keenan namun Keenan tetap tak bisa menghapus Kugy dari hatinya. Juga pernikahan yang dibatalkan karena Kugy tak sanggup melupakan Keenan, walaupun menyakitkan Remi mencoba tegar memilih untuk membiarkan Kugy kembali pada Keenan. Mungkin bagi mereka lebih baik hidup sendiri dari pada hidup dalam kebohongan.

“Kenangan itu cuma hantu di sudut pikir. Selama kita Cuma diam dan nggak berbuat apa-apa, selamanya dia tetap jadi hantu.” - Perahu Kertas-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar