Sabtu, 04 Juli 2015

Be Strong ~

Sampai pada suatu hari. Aku berdiri diatas puing-puing reruntuhan bangunan. Dengan headshet di telingaku, kubiarkan volume tinggi. Ku putar lagu someone watching over me dari hillary duff. Sesekali angin meniupku dengan halus. Mataku tak lagi sembab, senyumku mulai mengembang. Aku merasa aku berhasil melewati sebagian perjalanan sulitku. Aku mulai tidak peduli dengan sekelilingku. Dengan puing-puing reruntuhan disekitarku. Kini aku berdiri disini sendiri. Dan aku bisa kuat berdiri. Tidak penting lagi hal yang lalu, tidak penting lagi yang kemarin. Entah hancurnya mimpiku, entah sakitnya rasaku, entah pengkhianatan yang kurasakan. Aku sudah tidak peduli. Masa bodoh dengan itu. Berbahagialah sesukamu, bersenang-senanglah sesukamu. aku tidak akan menyalahkanmu lagi yang mengkhianatiku apalagi menyalahkannya yang merebutmu dariku. Walau kalian telah membuatku menjadi wanita rapuh. Namun aku bersyukur, karena semua itu aku menjadi lebih kuat. Aku bersyukur, aku bisa menjadi lebih tegar. Terima kasih, ini semua berkat kalian.
Pasti kamu kaget karena aku terlihat strong. Pasti kamu mengira aku hanya berakting di depanmu. Ingat tidak alasanmu mencintaiku dulu? Karena aku wanita tangguh. Karena aku wanita kuat. Dibandingkan dengan wanita lain. Jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkanku. Karena semua yang kamu katakan benar. Dan aku mampu mengubur semua tentangmu sendiri. Yang ingin kutanyakan sekarang, apakah kamu juga sekuat ini? Setegar ini? Setangguh ini? . Pun sebelum berpisah denganku saja kamu sudah mencari penggantiku. Yakin kamu sedewasa itu?
Saat ini aku bisa tangguh berdiri sendiri. Sedangkan kamu, harus mencari orang ketiga terlebih dahulu baru bisa mampu berdiri. Yakin setangguh aku?. Dan sayangnya wanita itu mau saja melakukan hal itu. Ah entahlah.. selamat berbahagia.. :)


So I won't give up, no I won't break down
Sooner than it seems life turns around
And I will be strong even if it all goes wrong
When I'm standing in the dark I'll still believe
Someone's watching over me




Dari aku yang jauh lebih bahagia daripada kalian 💖


Hingga pada suatu hari ~

Aku senang sekali. Aku bahagia sekali. Karena aku sedang membangun sebuah istana. Tapi istana yang ingin ku bangun masih rata dengan tanah. Aku harus menyiapkan semua. Sendiri. Semuanya kupersiapkan dengan baik. Dan kamu tau apa yang membuatku semakin bahagia? Kamu dengan sukarela membantuku. Bangunan istana ini, aku bangun berdasarkan mauku baik bentuknya, tingginya, rancangannya. Semuanya. Hari berganti hari. Bulan berganti bulan. Aku tak mau menghentikan pekerjaanku ini. Tiap hari ku kerjakan. Aku ingin membangun tinggi sekali, aku ingin membangunnya hingga ke atas awan. Kamu pun tak henti, tanpaku minta turut membantuku. Aku tak pernah merasakan lelah karena rasa bahagiaku terlalu tinggi.
hingga pada suatu hari. Kamu meminta izin untuk pergi. Tidak bisa membantuku. Hari itu aku sedih. Tapi kamu mengembalikan kebahagiaanku kembali. Karena kamu mengatakan smua yang akan kamu lakukan untuk masa depanmu. Dan masa depanku juga. Dan kamu katakan KITA!. Setelah kamu pergi. Aku pun berusaha sendiri. Aku tetap membangunnya. Merancangnya setinggi impianku. Aku pun berjanji padamu, suatu saat nanti istana ini akan kita tempati bersama. Semua kujalani sendiri. Aku merancang sebaik mungkin. Kusiapkan tempat istirahat yang nyaman untukmu. Kusiapkan ruang santai yang nyaman untukmu agar kita bisa bersenda gurau bersama. Kusiapkan halaman yang luas agar kita bisa bermain layangan bersama. Kusiapkan ruang tamu yang mewah untukmu agar kamu dan temanmu bisa menikmati hari bersama.
Dan pada saat aku membangun. Membangun tinggi. Membangun dengan tinggi-tingginya. Membangun hampir mencapai awan. Tiba-tiba kamu datang. Tapi kamu datang dengan wajah memerah, tak memperlihatkan senyum sedikitpun. Kau datang dengan kemarahan yang memuncak. Kau datang dengan wajah ketus. Dan tiba-tiba kamu hancurkan istana yang susah payah ku bangun. Dengan gilanya kamu merusak semuanya. Kamu hancurkan semuanya dengan tangan kosong. Aku berteriak histeris. Aku menangis kencang. Tapi kamu seolah tak peduli. Kamu seolah tak mendengar aku. Kamu seolah tak melihat aku. Aku semakin kalut. Aku menahan tanganmu, namun kamu semakin hempaskan aku. Hingga aku terdorong jauh. Aku menangis sejadi-jadinya. Kamu sudah tidak memperdulikan ku. Kamu terus merusak semuanya. Menghancurkan semuanya. Semakin keras kamu merusaknya. Semakin keras pula aku menangis. Aku berteriak kencang tapi kamu tidak mendengar. Aku sudah tidak peduli dengan diriku sendiri. Aku menangis ditengah-tengah istanaku yang sudah rata dengan tanah. Kamu meninggalkan semuanya setelah kamu puas menghancurkan semuanya. Sesekali aku berteriak histeris. Aku tidak peduli dengan orang-orang disekitarku. Siang malam aku menangis. Dan kamu. Entah kamu menghilang kemana.
Semakin aku menangis dan menyebut namamu. Kau semakin hilang. Semakin menjauh.
Sampai ku lihat, kau bersama dengan seorang wanita yang tak ku kenal. Siapa dia? Diakah penyebab semua ini?
aku menangis lagi. Kalut. Kecewa. Marah. Sejahat itu kah kamu?
"kamu ga jahat... Ada apa dengan kamu? Aku seperti tidak mengenalmu.." isakku sambil menangis.
Kamu tau apa yang kamu hancurkan? Yang aku bangun berjuta-juta hari? Yang tak hentinya aku perjuangin? Yang membuatku melupakan segalanya?
Itu tadi istana impian. Milikku. Dan dengan mudahnya kamu hancurkan dengan tangan kosong. Dengan mudahnya kau hancurkan semua mimpi dan impianku. Dalam keadaan kalut, aku menangis sejadi-jadinya.. entah cobaan apa ini
 Kenapa harus begini. Tuhan.. aku terisak. Menyebut namamu berkali-kali. Semakin ku sebut namamu semakin ku menangis.
Aku terus terisak. Menangis menjadi-jadi. Aku seperti tidak bisa melakukan apa2. Kamu menjadi seorang yang tidak ku kenal lagi.

3 tahun Kado Terindah

Aku sebenarnya ingin bicara banyak hal namun sepertinya ada sekat sehingga aku berani kan untuk menulis.
Ehm.. hai! Sibuk ya.. maaf ya mungkin kerjaanmu akan tertunda sejenak hanya karena pesan ini atau mungkin km akan menunda membacanya sampai nanti tugasmu selesai.
Bagaimana di kantor? Bu ervi tadi ngomel ga karena km tdk angkat telfon? Atau ardi bagaimana? Kalau bu furi? Atau apa km hari ini dapat berjuta pujian?
Maaf ya agak cerewet dikit 😂.
Tapi apa skrg dy itu yang pernah menggantikan aku beberapa bulan terakhir ini d hati km jg tau orang2 itu? Juga kamu ceritakan selayaknya km ceritakan sama aku?
Jujur, seandainya kamu tanyakan bagaimana perasaanku saat ini? Sangat, sangat kecewa 😣. Kamu tau yang aku rasakan? aku merasa mimpi-mimpi ku semua rencana yang aku tata rapi berantakan, pun semua rasaku hati ku. Dan bodohnya aku tidak bisa menatanya kembali. Seolah aku ada pada rumah berantakan sedangkan aku hanya ada di pojok ruangan menangisi semuanya. Seperti air mata ini tidak bisa berhenti keluar pun sampai sekarang. Sampai mataku cukup kuat untuk menangis selamanya. Aku tidak menyangka perjuangan bersama ini, menyisakan tangis seperti ini. Satu hal karena aku tidak siap kehilangan, karena janji setia ternodai entahlah 😢.
Seandainya aku bisa berbicara dengan wanita itu, ingin aku tanyakan padanya, bagaimana perasaanmu bagaimana rasanya jika seandainya kamu sudah bertahun-tahun menjalin suatu hubungan yang kamu banggakan di depan orang2 dan akhirnya datang wanita lain yang hanya dengan waktu 3 bulan merubah segala.. padahal saat itu kamu sudah merencanakan sebuah pernikahan, keluarga kalian berdua saling tau. Apa yang akan km lakukan?
Taukah apa yang akan ku lakukan, aku hanya mampu menangis, dan menangis lalu menangis. Bukan karena aku tak bisa melakukan hal, bayangkan saja rasa kecewanya, rasa sakitnya, rasa pengkhianatannya..
Atau apa km tau rasanya? Jika pria yang menjadi milikmu, kekasihmu, tiba-tiba mengatakan dya mencintai wanita lain selain km. Sedangkan km bisa apa km?
Jika aku hanya bisa menangis.
Aku wanita kamu jg wanita, aku yakin kau bisa merasakan bagaimana jatuhnya aku, bagaimana hancurnya aku.

Maaf aku memang selemah ini, tidak sekuat yang km kira..
Sayang, kado anniversarynya indah banget walaupun tidak pas dengan tanggalnya. Terimakasih dengan sakit ini, dengan air mata ini, aku belajar banyak hal. Aku belajar pilihan, aku belajar tentang keputusan, aku belajar tentang penyelesaian masalah, belajar tentang sebuah kepasrahan, belajar tentang kekuatan hati.
Aku yakin dengan adanya kejadian ini, nanti aku akan cukup kuat untuk tidak menangis.
Walaupun sampai sekarang airmata ini tak mau berhenti, aku bersyukur. Terimakasih kado terindahnya sayang 💖